.

ada yang mau ditanyakan silahkan tanyakan saja jangan sungkan2 saya sedia membantu dengan senang hati...

Minggu, 27 Mei 2012

Spanyol Tetap rajai dunia


0Spanyol Tetap Kuasai Puncak Peringkat FIFA 
Bola.net - FIFA telah mengeluarkan peringkat terbaru mereka. Tidak ada perubahan yang terlalu berarti dari bulan lalu.

Bulan April lalu tidak ada pertandingan persahabatan internasional. Pertandingan-pertandingan lebih difokuskan kepada kompetisi liga antar klub menjelang akhir kompetisi musim ini. Beberapa liga di negara-negara Eropa telah mendapatkan juara kompetisi.

Spanyol masih menempati puncak peringkat FIFA dengan 1442 poin. Di peringkat 10 besar sendiri hanya terjadi perubahan pada Argentina yang berhasil naik satu peringkat ke peringkat 9. Denmark sendiri harus merelakan posisinya diambil oleh Argentina.

Perubahan berarti pada peringkat bisa terjadi bulan depan. Bulan ini kompetisi-kompetisi di Eropa akan berakhir. Momen ini dapat digunakan oleh negara-negara dunia untuk menjalani pertandingan persahabatan. Negara-negara Eropa sendiri akan menjalani pertandingan persahabatan demi menyiapkan diri sebelum Euro 2012.

10 Besar Peringkat FIFA per 9 Mei 2012:

    1. Spanyol (1.442 poin)
    2. Jerman (1.345 poin)
    3. Uruguay (1.309 poin)
    4. Belanda (1.207 poin)
    5. Portugal (1.190 poin)
    6. Brasil (1.165 poin)
    7. Inggris (1.132 poin)
    8. Kroasia (1.114 poin)
    9. Argentina (1076 poin)
    10. Denmark (1.069 poin)

Rilis peringkat dunia oleh FIFA berikutnya adalah pada tanggal 6 Juni 2012

Spanyol Berhasil Tundukan Serbia

27-05-2012 01:00
Review: Spanyol Berhasil Sikat Serbia 
Spanyol akhirnya berhasil membuktikan ketangguhan mereka setelah sempat dibuat kerepotan oleh Serbia. Pada akhirnya mereka berhasil menundukkan Serbia dengan skor 2-0.

Spanyol hampir saja berhasil unggul ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Alvaro Negredo berhasil mendekati gawang Serbia untuk melepaskan sebuah tendangan terukur. Beruntung bagi Serbia karena kiper Kahriman masih berhasil menggagalkannya.

Negredo kembali gagal memanfaatkan peluang yang dimilikinya pada menit 14. Sebuah umpan matang dari Xabi Alonso gagal ia manfaatkan dengan baik untuk menjadi sebuah gol.

Serbia sempat mengejutkan para penonton pada menit 36. Mereka berhasil mencetak sebuah gol namun wasit akhirnya menganulirnya. Gol tersebut terjadi ketika Lekic berhasil menjebol gawang Spanyol setelah menerima sebuah umpan dari  Kolarov.

Spanyol akhirnya berhasil memecah kebuntuan mereka pada menit 64. Sebuah umpan jarak jauh dari Benat berhasil diterima oleh Navas di depan gawang Serbia. Ia langsung memberikan sebuah umpan yang berhasil ditanduk oleh Adrian ke gawang Serbia.

Spanyol mendapatkan kesempatan penalti secara Ivanovic menjatuhkan Adrian di area kotak penalti. Santiago Cazorla berhasil memanfaatkan penalti tersebut dengan baik. Spanyol unggul 2-0.

Pertandingan berjalan keras pada akhir pertandingan. Perseteruan antara Dominguez dan Tosic sepanjang pertandingan akhirnya memancing emosi dari Dominguez. Ia menghadang Tosic dengan keras hingga wasit memberikan hadiah kartu kuning kepadanya.

Tak ada gol lagi yang dapat diciptakan kedua tim hingga akhir pertandingan. Spanyol berhasil mengalahkan Serbia dengan skor 2-0.

Jadwal TV Lengkap Euro 2012 Polandia-Ukraina

 

Jadwal TV Lengkap Euro 2012 Polandia-Ukraina
euro 2012

Bola.net - Berikut ini jadwal lengkap tayangan laga Euro 2012 yang akan ditayangkan oleh stasiun televisi swasta nasional RCTI dan juga MNC Sports dari matchday 1 hingga Final.

Upacara pembukaan Euro dan laga perdana akan digulirkan pada hari Jumat (08/06) sementara upacara penutupan dan laga Final akan jatuh pada Minggu (01/07).

Totalnya keseluruhan untuk Piala Eropa edisi 2012 akan ada 31 pertandingan, dan semuanya akan ditayangkan oleh RCTI dan juga MNC Sports, 27 secara Live sementara 4 lainnya untuk siaran tunda.

Media Nusantara Citra selaku pemegang hak siar di Indonesia akan menyiarkan secara telestrial lewat stasiun televisi RCTI, sementara MNC Sports untuk tayangan berbayar (TV kabel berlangganan)

Berikut detail selengkapnya:
GRUP A EURO 2012 :
Polandia vs Yunani, 8 Juni pkl 23.00 WIB, Warsaw
Rusia vs Rep Ceko, 9 Juni pkl 01.45 WIB, Wroclaw
Yunani vs Rep Ceko, 12 Juni pkl 23.00 WIB, Wroclaw
Polandia vs Rusia, 13 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw
Yunani vs Rusia, 16 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw
Rep. Ceko vs Polandia, 17 Juni pkl 01.45 WIB, Wroclaw

GRUP B EURO 2012 :
Belanda vs Denmark, 9 Juni pkl 23.00 WIB, Kharkiv
Jerman vs Portugal, 10 Juni pkl 01.45 WIB, Lviv
Denmark vs Portugal, 13 Juni pkl 23.00 WIB, Lviv
Belanda vs Jerman, 14 Juni pkl 01.45 WIB, Kharkiv
Portugal vs Belanda, 17 Juni pkl 01.45 WIB, Kharkiv
Denmark vs Jerman, 18 Juni pkl 01.45 WIB, Lviv

GRUP C EURO 2012 :
Spanyol vs Italia, 10 Juni pkl 23.00 WIB, Gdansk
Irlandia vs Kroasia, 11 Juni pkl 01.45 WIB, Poznan
Italia vs Kroasia, 14 Juni pkl 23.00 WIB, Poznan
Spanyol vs Irlandia, 15 Juni pkl 01.45 WIB, Gdansk
Kroasia vs Spanyol, 18 Juni pkl 01.45 WIB, Gdansk
Italia vs Irlandia, 19 Juni pkl 01.45 WIB, Poznan

GRUP D EURO 2012 :
Perancis vs Inggris, 11 Juni pkl 23.00 WIB, Donetsk
Ukraina vs Swedia, 12 Juni pkl 01.45 WIB, Kiev
Swedia vs Inggris, 15 Juni pkl 23.00 WIB, Kiev
Ukraina vs Perancis, 16 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk
Swedia vs Perancis, 19 Juni pkl 01.45 WIB, Kiev
Ingris vs Ukraina, 20 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk

PEREMPAT FINAL EURO 2012 :
Juara A vs Runner up B , 21 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw (I)
Juara B vs Runner up A, 22 Juni pkl 01.45 WIB, Gdansk (II)
Juara C vs Runner up D, 23 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk (III)
Juara D vs Runner up C, 24 Juni pkl 01.45 WIB, Kiev (IV)

SEMIFINAL EURO 2012 :
Pemenang I  vs Pemenang II, 27 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk (A)
Pemenang III  vs Pemenang IV, 28 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw (B)

FINAL EURO 2012
Pemenang A  vs Pemenang B, 1 Juli pkl 01.45 WIB, Kiev
* Berdasarkan Waktu Indonesia Bagian Barat.

manchester united vs liverpool


Sepuluh Pemain Terbaik Serie A 2011-2012


Bola.net - Oleh: Gia Yuda Pradana



Serie A Italia musim ini sungguh luar biasa dan menghadirkan begitu banyak aksi berkelas, 972 gol dalam 380 laga, serta sejumlah momen yang tak terlupakan.

Dunia sudah menyaksikan bagaimana Juventus memenangi perburuan Scudetto dengan status sebagai satu-satunya tim yang tak terkalahkan di Serie A musim ini dan kembali ke puncak Italia setelah enam tahun lamanya berusaha bangkit dari keterpurukan akibat jerat Calciopoli.

Kita juga bisa menyaksikan bagaimana AC Milan, dengan hantaman badai cedera sepanjang perjalanan mereka, secara fenomenal sanggup menempel ketat Bianconeri hingga garis finis.

Bagaimana Udinese mengalahkan empat tim dalam perebutan tempat terakhir di zona prestisius tiga besar, bagaimana Internazionale plus duo biru langit Lazio dan Napoli melakukan gelombang serangan demi dapat menggenggam tiket ke Eropa, maupun bagaimana final dash AS Roma, Parma hingga Bologna dalam pekan-pekan pamungkas sebelum akhirnya finis dengan raihan melebihi 50 angka pun telah sanggup mengundang decak kagum dunia.

Setiap tim memiliki kisah sendiri. Di dalamnya, terdapat sejumlah aktor yang memungkinkan semua itu bisa terjadi. Dari sederet bakat luar biasa itu, pasti ada satu yang paling menonjol, yang memiliki peran paling besar bagi kesuksesan timnya, sang protagonis, sang pemain terbaik.

Tidak mudah menentukan para pemain terbaik itu. Selalu ada perdebatan akibat banyaknya pertimbangan yang dijadikan dasar. Setiap individu pun berhak melakukan penilaian, tak jarang ada yang sama, bahkan kerap pula timbul perbedaan.

Berikut ini sepuluh protagonis terdepan, aktor utama dari tiap-tiap kontestan dalam kompetisi kasta tertinggi Italia, di mana classifica finale tidak dijadikan bahan pertimbangan utama.

10. Marco Di Vaio (Bologna - Striker)
Usia 35 terbukti bukan masalah bagi eks striker Lazio, Parma dan Juventus ini. Sepuluh dari total 41 gol Rossoblu di Serie A musim ini tercatat atas namanya. Itu pun hanya sebagian kecil kontribusi Di Vaio bagi timnya. Di Vaio memuncaki daftar top scorer serta top assist Bologna di Serie A dan berperan besar membantu Bologna mengunci peringkat 9 dengan koleksi 51 poin. Tak ada lagi nama Di Vaio di skuad Bologna musim depan, karena Di Vaio sudah memutuskan hijrah ke MLS.

Pelatih Stefano Pioli memiliki penilaian sendiri tentang sang legenda.

"Namanya identik dengan profesionalsime. Dia merupakan seorang panutan, baik di saat berlatih maupun caranya bersikap, seorang pemain yang membuat pekerjaan pelatih mana pun jadi lebih mudah."

Momen terbaik: Mencetak dua gol berkelas kala Bologna menumbangkan Inter 3-0 di Giuseppe Meazza pada bulan Februari silam.

9. Daniele De Rossi (Roma - Gelandang)
Performa Roma 2011/12 mungkin bisa diibaratkan rollercoaster, tapi De Rossi telah menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Dia bahkan berulang kali mengorbankan posisinya di lini tengah untuk membantu barisan pertahanan, dan di momen-momen tersebut dia bahkan sanggup menunjukkan permainan layaknya seorang bek sentral sejati.

Momen terbaik: Saat Roma bermain imbang 1-1 melawan Juventus di Olimpico pada 12 Desember 2011, De Rossi dipasang sebagai bek. Meski diberi peran asing, dia tampil luar biasa seperti sudah menempati posisi itu sejak lama, dan bahkan mencetak gol pembuka pada menit ke-5.

8. Miroslav Klose (Lazio - Striker)
Lazio bisa dibilang berjudi kala mendatangkan Klose, 33, dengan status free transfer dari Bayern Munich di awal musim. Akan tetapi, semuanya terbayar lunas. Dengan speed yang semakin menghilang akibat termakan usia, Klose pun mengandalkan insting predator untuk mengukuhkan namanya di Serie A. 13 Gol dan 5 assist yang dibukukannya sebelum terkapar akibat cedera panjang menjelang akhir musim merupakan salah satu sumbangsih Klose bagi klub barunya.

Momen terbaik: Mencetak gol di menit 93 yang memastikan kemenangan 2-1 Lazio dalam partai derby melawan Roma pada 16 Oktober 2011.

7. German Denis (Atalanta/Udinese - Striker)
Banyak orang meramalkan Atalanta bakal terdegradasi bahkan sebelum tirai kompetisi Serie A 2011/12 diangkat. Pasalnya, klub asal Bergamo ini harus mengawali musim dengan nilai -6 akibat terbukti terlibat skandal pengaturan skor di Serie B pada musim sebelumnya. Kenyataan berkata lain, Atalanta finis di peringkat 12!

Semua itu tak lepas dari peran German Denis, yang didatangkan dari Udinese dengan status pinjaman.

Daya ledak Denis di depan gawang lawan membuatnya sempat memimpin perburuan gelar Capocannoniere sebelum akhirnya menutup musim sebagai pemain tersubur kelima di Serie A musim kemarin dengan torehan 16 gol.

Momen terbaik: Menciptakan hat-trick kala Atalanta menghancurkan Roma 4-1 di Atleti Azzurri d'Italia pada 26 Februari 2012 dan membuat koleksi golnya menjadi 15.

6. Diego Milito (Internazionale - Striker)
Diego Milito sempat tenggelam di putaran pertama, tapi kemudian bangkit di putaran kedua dan membungkam para pengkritiknya lewat serentetan gol ke gawang lawan sebelum akhirnya finis sebagai pemain tersubur kedua dengan koleksi 27, hanya berselisih satu dengan pemain di atasnya, Zlatan Ibrahimovic.

Momen terbaik: Membawa Inter dua kali menaklukkan AC Milan dalam dua Derby della Madonnina. Milito mencetak gol tunggal kemenangan Nerazzurri di putaran pertama dan mengukir hat-trick kala mereka menumbangkan Milan 4-2 di giornata 37. Kemenangan yang terakhir itu itu tak hanya memuluskan langkah Inter ke pentas Eropa, tapi juga mengakhiri perburuan Scudetto sang rival sekota.

5. Edinson Cavani (Napoli - Striker)
Musim 2011/12 kemarin, Napoli merupaka tim Cinderella Serie A, sempat menjadi Capolista dan pesaing serius dalam perburuan Scudetto sebelum akhirnya finis di peringkat lima. Semua itu bisa dibilang berkat Edinson Cavani dengan 23 golnya.

Bersama Hamsik dan Lavezzi (masing-masing 9 gol), Cavani menciptakan trisula maut di lini depan Partenopei. Hamsik serta Lavezzi bertugas memporakporandakan barisan pertahanan lawan, dan Cavani lah yang melakukan tikaman terakhir dengan power, speed, akselerasi serta insting membunuhnya.

Momen terbaik: Menciptakan hat-trick dalam grande partita melawan AC Milan di San Paolo pada 18 September 2011 dan membawa Napoli menang 3-1.

4. Antonio Di Natale (Udinese - Striker)
Usia boleh 34, tapi dia tetap tajam!

Antonio Di Natale adalah salah satu striker terbaik di ranah Italia. Capocannoniere Serie A 2010 serta 2011 itu ternyata masih belum kehilangan insting predatornya dan menutup musim 2011/12 dengan torehan 23 gol.

Musim lalu, Di Natale mencetak 28 gol dalam 36 pertandingan dan menciptakan rasio gol terbaik ketiga di Eropa (0,78 gol per laga), di bawah dua monster penguasa La Liga, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Musim ini, dia berhasil mengantarkan klubnya finis di peringkat tiga dan menyabet satu tiket ke kompetisi elit Benua Biru musim depan.

Momen terbaik: Mencetak satu gol dari sudut sempit saat Udinese menang 2-0 atas tuan rumah Catania di giornata pamungkas, kemenangan keempat beruntun Udinese dan tambaha tiga angka yang memastikan partisipasi mereka di Liga Champions musim depan.

3. Sebastian Giovinco (Parma - Second Striker)
Bagaimana bisa Sebastian Giovinco berada di atas Milito, Cavani maupun Di Natale? Pasti itu pertanyaan pertama yang terbersit di benak sebagian orang.

Wajar, karena dia hanya memperkuat Parma, yang notabene cuma sanggup finis di papan tengah. Akan tetapi mari kita lihat secara keseluruhan, dari awal hingga akhir musim.

Sejak berlabuh di Parma dengan status pinjaman dari Juventus, hingga akhirnya hak kepemilikannya dibagi oleh kedua klub, Givoinco mendapatkan lisensi untuk melakukan 'kewajiban' sebagai seorang fantasista dan berhasil mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Dalam bodi minimalis sang formica atomica, terdapat semua makna dan intisari sepakbola, dari fantasi, teknik, speed, assist, hingga gol.

Giovinco merupakan sumber gol dan pencipta peluang terbaik yang dimiliki Parma. Dia memuncaki daftar top scorer sekaligus top assist klub berjuluk Gialloblu tersebut dengan 15 gol dan 11 assist. Tanpa kehadiran Giovinco di atas lapangan, ibaratnya Parma sudah kehilangan 50 persen kekuatan.

Bisa dibilang, Giovinco sudah berhasil mengerek Parma ke papan tengah seorang diri, termasuk membantu Gialloblu menang secara beruntun dalam tujuh pertandingan penutup Serie A 2011/12. Selain itu, musim kemarin merupakan musim tersubur Giovinco dalam kariernya.

Momen terbaik: Mencetak golazo alias gol indah saat Parma menang 2-0 di kandang Siena pada 6 Mei 2012. Dari jarak sekitar 28 meter, Giovinco melepaskan sebuah half-volley drive yang melambung keras dan membentuk parabola sebelum menukik turun serta menghunjam gawang Siena. Sejumlah portal internasional seperti forzaitalianfootball.com bahkan menobatkannya sebagai gol terbaik Serie A 2011/12!

2. Zlatan Ibrahimovic (Milan - Striker)
Ibra, sang Capocannoniere Serie A!

Ledakan 28 gol membuatnya jadi mesin gol terbaik di Serie A musim 2011/12 kemarin, mengalahkan sejumlah nama besar lain, seperti Milito, Cavani, hingga raja gol musim sebelumnya, Di Natale.

Tapi, itu masih belum semua.

Dia merupakan ruh lini depan Milan, pemain kunci Rossoneri dalam perburuan Scudetto melawan Juventus. Di tengah terpaan badai cedera yang menimpa sejumlah pemain intinya, Milan masih sanggup bersaing hingga tikungan terakhir. Semua itu berkat power, skill, visi, kreativitas dan gol-gol seorang Zlatan Ibrahimovic. Meski tanpa didampingi Cassano, duet sehatinya, Ibra ternyata tak kehilangan sentuhan. Milan patut bersyukur nama Ibra tidak termasuk dalam daftar cedera panjang mereka.

Ibra memang sosok yang kontroversial. Dia sempat menampar wajah Salvatore Aronica kala ditahan tanpa gol oleh Napoli. Akan tetapi, terlepas dari sisi negatifnya, Ibra adalah striker hebat yang menciptakan rasa tidak aman bagi barisan pertahanan tim-tim lawan karena dia mampu menerima hampir segala jenis operan dan sanggup menciptakan gol, bahkan dari sudut tersulit maupun kondisi nyaris mustahil sekali pun.

Dengan adanya Ibra, lini depan Milan menjelma jadi kekuatan yang sangat menakutkan, bahkan Milan pun mengakhiri musim dengan gelontoran 74 gol, terbaik di antara semua kontestan Serie A.

Momen terbaik: Mencetak dua gol saat Rossoneri menang 4-1 di kandang Siena pada 29 April 2012. Dua gol itu membuat koleksi Ibra menjadi 26 atau melewati rekor 25 golnya dalam satu musim liga ketika masih memperkuat Inter pada musim 2008/09.

1. Andrea Pirlo (Juventus - Gelandang)
Ada satu perbedaan signifikan antara Ibrahimovic dengan Andrea Pirlo yang membuatnya layak menerima gelar pemain nomor satu.

Ibra bisa membuat lini depan Milan jadi kekuatan menakutkan, sedangkan Pirlo sanggup membuat SELURUH lini Juventus tak terhentikan.

Pirlo merupakan titik awal serangan Juventus dan menjadi pusat kendali yang menghubungkan para gelandang, winger, serta striker Juventus. Terlebih lagi, dia melakukannya tidak dengan cara biasa, tapi secara konsisten dalam level kelas dunia.

Pirlo, 33, memang tak lagi secepat tahun-tahun sebelumnya ketika masih berkostum Milan. Tapi, siapa yang butuh kecepatan jika punya kemampuan untuk mengendalikan lini tengah dan mengatur irama pertandingan dengan cara yang luar biasa?

Sang deep-lying playmaker dengan set-piece skill dan pinpoint pass-nya adalah nyawa permainan, serta sosok regista yang sudah lama diharapkan oleh La Vecchia Signora. Dia merupakan starter reguler Juventus dan keluar sebagai pencetak assist terbanyak (13) serta menjadi sosok sentral dalam keberhasilan timnya memuncaki takhta Serie A setelah mengakhiri perlawan Milan, bekas klubnya.

Kehebatan Pirlo dalam mengendalikan permainan terlihat jelas dari jumlah pass yang dilepaskannya. Pirlo mencatatkan rasio operan terbaik dibandingkan pemain-pemain lain di Serie A 2011/12, yaitu 87 per laga. Itu jauh dibandingkan peringkat kedua atas nama De Rossi, yang mencatatkan rasio 65,6 operan per laga. Pirlo juga terdepan dalam kategori key pass (3,5) serta long ball (11,4) dan terbaik kedua untuk urusan umpan silang akurat (2,6).

Musim 2011/12 kemarin merupakan panggung penegasan Pirlo sebagai playmaker terbaik di Serie A. Banyak yang percaya bahwa Pirlo adalah anugerah terindah La Vecchia Signora dari sang rival, AC Milan.

Momen terbaik: Menjadi man of the match kala membungkam Catania 3-1 di Juventus Arena pada giornata 22 dan membawa Bianconeri ke puncak klasemen sementara. Pirlo menyamakan kedudukan lewat eksekusi tendangan bebas yang sudah menjadi trademark-nya; itu merupakan salah satu dari total tiga gol Pirlo musim kemarin. Kemudian, sederet set piece dan operan fantastisnya berbuah assist untuk gol kedua serta ketiga Juventus di laga tersebut. Operan-operannya sungguh luar biasa. Di tengah rapatnya pertahanan Catania, setiap bola dari kakinya seolah memiliki jalur bebas hambatan sendiri menuju para pemain Juventus lainnya. Penampilan yang brilian dari Pirlo! 
..:: Perhatian !! terima kasih atas kunjungannya, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya by http://www.sangmancunian.blogspot.com .. semoga bermanfaat::..
ATAS
BAWAH